Padang — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Baiturrahmah kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Kefarmasian Kolaboratif untuk Meningkatkan Literasi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep pada Ibu Posyandu”. Kegiatan ini digelar di Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto, Kota Padang, dan menyasar langsung para ibu peserta posyandu sebagai kelompok sasaran utama.
Kolaborasi Dua Program Studi
Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar edukasi biasa. Program berjalan sebagai hasil kolaborasi apik antara dosen Program Studi Farmasi Klinis dan Program Studi Profesi Kebidanan Unbrah, memadukan sudut pandang kefarmasian dan kesehatan ibu-anak dalam satu wadah edukasi yang komprehensif.
Tim pengabdian dipimpin oleh apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm. selaku ketua, didampingi dua anggota tim yang tak kalah kompeten, yaitu apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm. dan Bdn. Fani Syinthia Rahmi, S.ST., M.Keb. Kegiatan ini juga terselenggara berkat kerja sama yang solid dengan Lentera Nakes, komunitas tenaga kesehatan yang aktif mendorong edukasi kesehatan di tengah masyarakat.
Mengapa Edukasi Ini Penting?
Penggunaan antibiotik tanpa resep masih menjadi kebiasaan yang cukup umum di masyarakat, termasuk di kalangan ibu rumah tangga. Padahal, jika tidak digunakan secara rasional, kebiasaan ini dapat memicu resistensi antibiotik — kondisi berbahaya di mana bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga pengobatan infeksi menjadi jauh lebih sulit di kemudian hari.
Melalui kegiatan ini, para ibu posyandu diajak untuk lebih memahami risiko penggunaan antibiotik sembarangan, cara penggunaan obat yang tepat, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga pesan kesehatan benar-benar sampai ke sasaran.
Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen FIKES Universitas Baiturrahmah dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi lintas program studi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, menghadirkan solusi edukasi kesehatan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Semoga sinergi antara Farmasi Klinis, Profesi Kebidanan, dan Lentera Nakes ini menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi bermanfaat lainnya demi masyarakat yang lebih sehat dan cerdas dalam menggunakan obat.
https://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-10.55.09.jpeg7201280adminhttps://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/logo-1-300x138.pngadmin2026-07-17 10:00:002026-07-28 01:29:49Cegah Salah Kaprah Antibiotik, FIKES Unbrah Edukasi Ibu Posyandu di Kota Padang
Padang – Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Baiturrahmah menyelenggarakan Yudisium ke-12 yang diikuti oleh 20 orang lulusan. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan sebagai momentum pengukuhan kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan persyaratan akademik.
Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis, apt. Eka Desnita, M.Farm, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama lulusan oleh Sekretaris Program Studi. Prosesi berikutnya adalah pemakaian slempang kepada para lulusan oleh Ketua Program Studi yang didampingi oleh Dekan FIKES, Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes, sebagai simbol pengukuhan kelulusan.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan lulusan terbaik, yaitu Uniqe Dwi Anjani sebagai terbaik I, Aulia Saputri sebagai terbaik II, dan Muhammad Rifan Ikramullah sebagai terbaik III. Sementara itu, penghargaan Bintang Aktivis Kampus diberikan kepada Diaul Mahfus, Muhammad Rifan Ikramullah, dan Titik Gustina sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Dekan FIKES yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan serta pesan untuk terus menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme, serta mengembangkan kompetensi di bidang kefarmasian.
Momen penuh haru turut mewarnai rangkaian Yudisium ke-12 melalui penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan lulusan, Uniqe Dwi Anjani, S.Farm. Dengan penuh rasa syukur, Uniqe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan, dosen, serta seluruh keluarga besar Program Studi Farmasi Klinis yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan dukungan sepanjang perjalanan pendidikan. Kesan dan pesan tersebut menjadi ungkapan perpisahan sekaligus kenangan manis sebelum para lulusan melangkah menuju babak baru dalam perjalanan mereka.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara Yudisium ke-12 oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis apt. Eka Desnita, M.Farm, Koordinator Yudisium apt. Afdhil Arel, M.Farm, dan Dekan FIKES Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes. Penandatanganan tersebut menjadi tanda resmi berakhirnya rangkaian yudisium sekaligus awal perjalanan baru para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Baiturrahmah.
Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan Yudisium ke-12 Prodi Farmasi Klinis FIKES Universitas Baiturrahmah. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan dunia kefarmasian.
Padang — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Baiturrahmah (Unbrah). Berkat kerja keras Tim Transformasi PSPPA, fasilitas OSCE Center Unbrah kini resmi mengantongi surat rekomendasi dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) untuk digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Ujian OSCE Apoteker Nasional.
Berawal dari Visitasi
Semua bermula dari visitasi OSCE Center yang berlangsung pada 19 Juni 2026. Dua asesor dari APTFI, yaitu Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si dan Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph.D, hadir langsung untuk menilai kesiapan fasilitas OSCE UNBRAH, mulai dari standar ruangan, sarana penunjang, hingga kesesuaiannya dengan pedoman pelaksanaan OSCE Apoteker Nasional.
Hasil visitasi tersebut memunculkan sejumlah catatan yang perlu disempurnakan. Namun,3 alih-alih berkecil hati, Tim Transformasi PSPPA justru menjadikannya momentum untuk berbenah lebih baik.
Perbaikan Cepat, Hasil Memuaskan
Dengan semangat kolaborasi dan kerja cepat, seluruh catatan perbaikan berhasil ditindaklanjuti dan rampung pada 13 Juli 2026. Upaya ini tidak sia-sia — APTFI kemudian menerbitkan surat rekomendasi resmi yang menyatakan fasilitas OSCE Center Universitas Baiturrahmah layak digunakan untuk pelaksanaan Ujian OSCE Apoteker Nasional.
Langkah Besar bagi PSPPA Unbrah
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi PSPPA Unbrah. Selain menjadi bukti komitmen dalam menghadirkan fasilitas pendidikan profesi apoteker yang berkualitas dan terstandar nasional, rekomendasi ini juga membuka peluang bagi calon apoteker dari berbagai daerah untuk mengikuti Ujian OSCE Apoteker Nasional langsung di Unbrah.
Selamat kepada Tim Transformasi Program Studi Profesi Apoteker Universitas Baiturrahmah atas capaian membanggakan ini. Semoga menjadi langkah awal untuk terus mencetak apoteker-apoteker kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional.
https://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/ChatGPT-Image-Jul-23-2026-01_51_13-PM.png10241536adminhttps://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/logo-1-300x138.pngadmin2026-07-16 10:00:002026-07-28 01:29:29OSCE Center Unbrah Kantongi Rekomendasi APTFI untuk Ujian OSCE Apoteker Nasional
Tim PkM Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah | Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
Padang Ganting, Tanah Datar — Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan kali ini mengangkat tema yang inovatif dan ramah lingkungan, yakni Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah. Program ini diinisiasi sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi dalam memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu kefarmasian yang praktis, bermanfaat, dan berpotensi meningkatkan taraf ekonomi warga.
Minyak jelantah atau minyak goreng bekas merupakan limbah rumah tangga yang dihasilkan hampir setiap hari. Jika dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, minyak ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius. Di sisi lain, penggunaan kembali minyak jelantah secara berulang untuk menggoreng makanan telah terbukti secara ilmiah berdampak buruk bagi kesehatan, karena mengandung senyawa berbahaya hasil oksidasi lemak. Menyadari permasalahan tersebut, Tim PkM Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah menghadirkan solusi konkret melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun berkualitas yang dapat digunakan sehari-hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Jorong Koto Alam, Ketua Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah, serta Prof. Dr. apt. Amri Bakhtiar, MS, DESS selaku tokoh akademisi senior di bidang farmasi sekaligus Dosen tetap di Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah. Turut hadir pula tim dosen dan mahasiswa Prodi Farmasi Klinis yang berperan sebagai instruktur dan fasilitator lapangan. Warga Jorong Koto Alam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Sambutan Wali Jorong Koto Alam
Wali Jorong Koto Alam menyambut kehadiran Tim PkM dengan penuh kegembiraan dan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas perhatian Universitas Baiturrahmah terhadap masyarakat di wilayahnya. Dalam sambutannya, beliau menyatakan:
“Kami merasa sangat terhormat dengan kehadiran Bapak-Ibu dari Prodi Farmasi Klinis-Universitas Baiturrahmah di jorong kami. Selama ini kami tidak tahu bahwa minyak goreng bekas ternyata bisa diolah menjadi sabun yang berguna. Kegiatan seperti ini benar-benar membuka mata kami bahwa banyak potensi di sekitar kita yang belum dimanfaatkan. Saya berharap ilmu yang diperoleh warga hari ini bisa dipraktikkan di rumah dan bahkan dikembangkan menjadi usaha kecil yang menguntungkan. Terima kasih kepada seluruh tim Prodi Farmasi Klinis-Universitas Baiturrahmah yang telah mau berbagi ilmu dengan kami.”
Sambutan Ketua Program Studi Farmasi Klinis
Ketua Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah menegaskan bahwa kegiatan PkM seperti ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari misi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada ruang kelas, tetapi juga pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Beliau menyampaikan:
“Pengabdian kepada masyarakat adalah jiwa dari perguruan tinggi. Kami percaya bahwa ilmu farmasi memiliki peran yang sangat luas, tidak terbatas pada pelayanan obat semata, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah ini adalah bukti bahwa pengetahuan kimia dan teknologi farmasi dapat hadir sebagai solusi praktis di tingkat rumah tangga. Kami berharap kegiatan ini menjadi benih yang tumbuh dan berkembang, sehingga Jorong Koto Alam dapat menjadi contoh daerah yang mandiri dan kreatif dalam mengelola sumber daya lingkungannya.”
Sambutan Prof. Dr. apt. Amri Bakhtiar, MS, DESS
Prof. Dr. apt. Amri Bakhtiar, MS, DESS, yang turut hadir sebagai tokoh senior di bidang farmasi, memberikan pandangan ilmiah sekaligus motivasi yang mendalam kepada seluruh peserta. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan:
“Sabun yang kita buat hari ini bukan sekadar produk kebersihan. Di balik proses sederhana ini tersimpan ilmu kimia yang mendalam, yaitu reaksi saponifikasi yang telah dikenal manusia selama berabad-abad. Saya sangat mengapresiasi inisiatif Tim PkM Prodi Farmasi Klinis yang mengemas ilmu ini menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan langsung dapat dipraktikkan oleh masyarakat. Ini adalah contoh terbaik bagaimana sains bekerja untuk kemanusiaan. Saya mendorong warga untuk tidak hanya mempraktikkannya sendiri, tetapi juga mengajarkannya kepada orang lain, karena ilmu yang disebarluaskan adalah investasi terbesar bagi kemajuan masyarakat.”
Proses Pelatihan
Dalam sesi praktik, tim instruktur memandu peserta melalui seluruh tahapan pembuatan sabun secara sistematis. Proses dimulai dari penyaringan minyak jelantah untuk menghilangkan sisa kotoran dan partikel makanan, dilanjutkan dengan proses saponifikasi yaitu pencampuran minyak dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) pada takaran yang tepat. Selanjutnya adonan sabun diberi pewangi dan pewarna alami, kemudian dituang ke dalam cetakan dan dibiarkan mengeras. Seluruh proses berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, mengingat penggunaan NaOH yang bersifat korosif memerlukan penanganan yang hati-hati dan terstandar.
Selain aspek teknis pembuatan, peserta juga mendapatkan materi tentang potensi pengembangan sabun jelantah sebagai produk ekonomi kreatif. Materi mencakup cara pengemasan yang menarik, teknik pelabelan produk, serta gambaran peluang pemasaran di lingkungan sekitar maupun melalui media daring. Hal ini membuka cakrawala berpikir peserta bahwa limbah dapur yang selama ini terbuang percuma sesungguhnya menyimpan nilai ekonomi yang signifikan bila dikelola dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai.
Kegiatan PkM ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Para peserta dengan aktif mempraktikkan setiap tahapan, tidak segan bertanya, dan saling berbagi pengalaman. Di akhir acara, sabun hasil pelatihan dibagikan kepada para peserta sebagai bukti nyata bahwa apa yang dipelajari hari itu benar-benar dapat diwujudkan dengan tangan mereka sendiri. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara warga, tim dosen, mahasiswa, dan seluruh tamu undangan.
Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang relevan, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan di Jorong Koto Alam ini, diharapkan semangat kemandirian dan kreativitas masyarakat semakin tumbuh, serta terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan komunitas lokal demi terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Program Studi Farmasi Klinis — Universitas Baiturrahmah | Padang, Sumatera Barat
https://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Sabun1.jpeg1280960adminhttps://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/logo-1-300x138.pngadmin2026-06-04 08:34:532026-06-04 08:34:54Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah pada Masyarakat Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar
Tim PkM Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah | Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
Padang Ganting, Tanah Datar — Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan yang bertajuk “Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Swamedikasi melalui Edukasi DAGUSIBU” ini diselenggarakan sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Swamedikasi atau pengobatan mandiri merupakan praktik yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, kurangnya pengetahuan yang memadai tentang cara yang benar dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat seringkali berujung pada kesalahan penggunaan yang dapat membahayakan kesehatan. Edukasi DAGUSIBU — singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang obat dengan benar — menjadi solusi edukasi yang sistematis dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diselenggarakan oleh Tim PkM Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa sebagai fasilitator. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Jorong Koto Alam serta Ketua Program Studi Farmasi Klinis, dan disambut antusias oleh warga setempat. Para peserta mendapatkan pemaparan materi secara interaktif oleh Ibu apt Siska Ferilda, M. Farm, disertai sesi tanya jawab, demonstrasi, serta pembagian leaflet informatif tentang DAGUSIBU.
Sambutan Wali Jorong Koto Alam
Wali Jorong Koto Alam menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah. Dalam sambutannya, beliau menyatakan:
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Baiturrahmah, khususnya Prodi Farmasi Klinis, yang telah memilih Jorong Koto Alam sebagai lokasi kegiatan pengabdian ini. Banyak warga kami yang selama ini membeli dan menggunakan obat tanpa mengetahui cara yang benar. Dengan adanya penyuluhan DAGUSIBU ini, kami berharap masyarakat semakin paham dan tidak lagi sembarangan dalam menggunakan obat. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang demi kesehatan masyarakat Jorong Koto Alam.”
Sambutan Ketua Program Studi Farmasi Klinis
Ketua Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah turut hadir dan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya peran apoteker dan tenaga farmasi dalam mendampingi masyarakat. Beliau menyampaikan:
“Kegiatan PkM ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademik kami untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas. DAGUSIBU bukan sekadar akronim, melainkan panduan hidup sehat yang bila dipahami dan diterapkan dengan benar, dapat mencegah berbagai risiko akibat kesalahan penggunaan obat. Kami berharap ilmu yang disampaikan hari ini dapat terus disebarluaskan oleh warga kepada keluarga dan lingkungan sekitar mereka. Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam ruang kuliah, tetapi juga di lapangan.”
Materi Edukasi DAGUSIBU
Dalam sesi edukasi, tim PkM memaparkan empat pilar utama DAGUSIBU secara rinci. Pertama, mendapatkan obat dengan benar, yaitu hanya melalui sarana resmi seperti apotek, toko obat berizin, atau fasilitas kesehatan, serta memahami pentingnya resep dokter untuk obat-obatan keras. Kedua, menggunakan obat dengan benar sesuai dosis, aturan pakai, dan anjuran tenaga kesehatan, serta mengenali efek samping yang mungkin timbul. Ketiga, menyimpan obat di tempat yang tepat sesuai kondisi yang dianjurkan, jauh dari jangkauan anak-anak, dan tidak melebihi tanggal kedaluwarsa. Keempat, membuang obat dengan cara yang benar agar tidak mencemari lingkungan dan tidak disalahgunakan oleh pihak lain.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait penggunaan obat sehari-hari. Di akhir acara, dilakukan pembagian leaflet DAGUSIBU dan sesi foto bersama sebagai tanda kebersamaan antara tim akademisi dan warga Jorong Koto Alam.
Melalui kegiatan PkM ini, Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui edukasi kefarmasian yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara kampus dan masyarakat Nagari Padang Ganting untuk menciptakan generasi yang cerdas dalam penggunaan obat.
Program Studi Farmasi Klinis — Universitas Baiturrahmah | Padang, Sumatera Barat
https://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Penyuluhan-Kesehata.jpeg9601280adminhttps://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/logo-1-300x138.pngadmin2026-06-04 08:11:452026-06-04 08:11:47Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Swamedikasi melalui Edukasi DAGUSIBU di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar
“apt. Benni Iskandar, S.Farm., M.Si., Ph.D — pakar nanotechnology dari STIFAR Riau — membawa wawasan mutakhir tentang masa depan ilmu farmasi dan industri kosmetik langsung ke hadapan mahasiswa Universitas Baiturrahmah”
Padang — Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Universitas Baiturrahmah (Unbrah) sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Nanotechnology in the Pharmaceutical Sciences and Cosmetic Industry” pada Kamis, 21 Mei 2026. Bertempat di Smart Class Unbrah Lantai 5, kegiatan ini menghadirkan apt. Benni Iskandar, S.Farm., M.Si., Ph.D — dosen Program Magister Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau — sebagai narasumber utama.
Sekitar 80 mahasiswa dari semester II, IV, dan VI memadati ruangan dengan antusias sejak pagi hari. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fikes Unbrah, dilanjutkan pengenalan narasumber oleh moderator, sebelum sesi materi inti berlangsung selama hampir dua jam penuh.
Konsep & Inovasi
Dalam paparannya, apt. Benni Iskandar membuka kuliah dengan mengurai konsep dasar nanotechnology — ilmu yang memanipulasi materi pada skala 1 hingga 100 nanometer. Pada skala tersebut, hukum fisika klasik mulai bergeser; material memperlihatkan sifat fisis, kimia, dan biologis yang jauh melampaui versi konvensionalnya. Inilah, tegasnya, yang menjadikan nanotechnology bukan sekadar tren ilmiah, melainkan lompatan paradigma.
Narasumber kemudian mengulas klasifikasi sistem nanopartikel yang telah mengubah lanskap farmasi global: nanopartikel polimer, liposom, solid lipid nanoparticles (SLN), nanostructured lipid carriers (NLC), hingga dendimer. Masing-masing membawa keunggulan dalam mengatasi kelemahan formulasi konvensional — mulai dari peningkatan bioavailabilitas obat yang buruk larut air, penghantaran bertarget ke sel kanker (targeted drug delivery), hingga pelepasan terkontrol (controlled release) yang meminimalkan efek samping sistemik.
Bahasan kemudian bergerak ke industri kosmetik — arena yang kini menjadi salah satu pasar terbesar penerapan nanotechnology. Enkapsulasi bahan aktif seperti antioksidan, vitamin C, retinol, dan UV-filter dalam nanopartikel terbukti mampu meningkatkan penetrasi ke lapisan kulit yang lebih dalam, memperpanjang stabilitas formula di bawah paparan cahaya dan suhu, serta mengoptimalkan efektivitas produk sunscreen, anti-aging, dan moisturizer generasi terkini.
Narasumber mencontohkan produk-produk nano-farmaseutika yang telah beredar di pasar global — termasuk sistem liposomal untuk doxorubicin dan nanopartikel albumin untuk paclitaxel — sebagai bukti nyata bahwa teknologi ini bukan lagi konsep laboratorium, melainkan realita klinik.
Diskusi & Tanya Jawab
Mahasiswa Semester V
“Apakah produk kosmetik berbasis nanopartikel sudah aman digunakan secara rutin?”
Narasumber menjelaskan bahwa keamanan sangat bergantung pada jenis nano-material, ukuran partikel, dan rute paparan. Uji toksikologi wajib dilakukan sebelum komersialisasi, dan tidak semua nanopartikel bersifat inert terhadap kulit dalam jangka panjang.
Penutup
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Kaprodi Farmasi Klinis kepada narasumber, disusul sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Kaprodi menyampaikan harapan agar forum akademik semacam ini terus menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa Unbrah dengan perkembangan ilmu farmasi di level global — dan bahwa benih kolaborasi yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi riset nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kuliah Tamu ini adalah bagian dari komitmen Program Studi Farmasi Klinis Fikes Unbrah dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga melek terhadap inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi terkini.”
Padang — Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah (Unbrah) sukses meraih kemenangan dengan skor 4–2 dalam pertandingan persahabatan bulutangkis melawan Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Ranah Minang pada Minggu, 17 Mei 2026. Berlangsung di Hall Bina Tama dengan fasilitator dari PB Badminton Time, pertandingan yang mempertandingkan kategori Ganda Putra dan Ganda Campuran ini berjalan dengan meriah dan penuh semangat kekeluargaan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturrahmi antar sesama keluarga besar farmasi. Kami berharap ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara Farmasi Unbrah dan Farmasi Stikes Ranah Minang ke depannya.”— Apt. Eka Desnita, M.Farm, Kaprodi Farmasi Klinis Unbrah
Pertandingan persahabatan ini digelar sebagai wujud nyata komitmen Prodi Farmasi Klinis Unbrah dalam membangun hubungan yang harmonis antarinstitusi pendidikan kesehatan di Sumatera Barat. Di kategori Ganda Putra dan Ganda Campuran, tim Farmasi Klinis Unbrah tampil konsisten dan mampu mengamankan empat kemenangan dari enam partai yang diperebutkan.
Meski meraih kemenangan, Kaprodi Farmasi Klinis Unbrah, Apt. Eka Desnita, M.Farm, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin silaturrahmi, bukan semata-mata memperebutkan kemenangan. Hasil akhir di lapangan justru menjadi penyemangat untuk terus menjaga kebugaran dan semangat juang civitas akademika farmasi.
Kedua pihak sepakat bahwa ajang seperti ini perlu digelar secara rutin sebagai sarana mempererat ukhuwah, sekaligus menjaga keseimbangan antara kegiatan akademis dan non-akademis. Prodi Farmasi Klinis Unbrah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari Farmasi Stikes Ranah Minang atas sportivitas yang ditunjukkan, serta kepada PB Badminton Time atas dukungan fasilitas sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan berkesan.
Padang – Dosen Program Studi Farmasi Klinis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah (UNBRAH) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2026, dua dosen Farmasi Klinis berhasil lolos pendanaan Hibah Penelitian Dosen Pemula dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari DIKTI, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas proposal dan kontribusi keilmuan yang diajukan.
Dosen yang berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian adalah Apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm dengan judul penelitian:
“Korelasi Fenolik Ekstrak Etanol Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) sebagai Kandidat Fitofarmaka Antikanker”
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan bahan alam, khususnya kulit buah delima, sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi fitofarmaka dalam pencegahan dan terapi kanker. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan obat berbasis bahan alam yang lebih aman dan efektif.
Sementara itu, pada skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm juga berhasil memperoleh pendanaan dengan judul:
“Edukasi Kefarmasian Kolaboratif untuk Meningkatkan Literasi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep pada Ibu Posyandu”
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu posyandu, mengenai penggunaan antibiotik yang rasional dan aman. Edukasi ini diharapkan mampu menekan praktik penggunaan antibiotik tanpa resep yang berisiko menimbulkan resistensi antibiotik di masyarakat.
Ketua Program Studi Farmasi Klinis menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dosen dalam meraih hibah tersebut. Capaian ini menunjukkan komitmen dosen dalam mengembangkan penelitian dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu kefarmasian.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNBRAH juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan fakultas dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi capaian dosen Farmasi Klinis yang berhasil memperoleh pendanaan hibah DIKTI. Ini merupakan bukti bahwa dosen UNBRAH mampu bersaing secara nasional dan menghasilkan karya yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Universitas Baiturrahmah terus berkomitmen untuk mendorong dosen dalam menghasilkan penelitian inovatif dan kegiatan pengabdian yang bermanfaat, guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Padang – Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Baiturrahmah menyelenggarakan Yudisium ke-11 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik yang menandai berakhirnya masa studi mahasiswa dan pengukuhan kelulusan. Kegiatan yudisium berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kebanggaan, dan rasa syukur atas pencapaian para lulusan.
Yudisium ke-11 ini diikuti oleh 6 orang peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan persyaratan akademik pada Program Studi Farmasi Klinis. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan sebelum melangkah ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi dan pendidikan tinggi lainnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis, Apt. Eka Desnita, M.Farm. Dalam pembukaannya, Ketua Program Studi menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas perjuangan dan dedikasi selama menjalani proses pendidikan. Para lulusan juga diharapkan dapat terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta menerapkan ilmu kefarmasian yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah, Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes, turut memberikan sambutan kepada para peserta yudisium. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan. Para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi profesionalisme dan etika dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Dekan juga menyampaikan harapan agar para lulusan dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Lulusan Farmasi Klinis diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta menjadi bagian dari tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan berintegritas.
Suasana yudisium semakin bermakna dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan lulusan, Thomas Prasetyo, S.Farm. Dalam kesempatan tersebut, Thomas menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pimpinan fakultas, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan selama proses pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa perjalanan selama menempuh pendidikan di Program Studi Farmasi Klinis menjadi pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam menghadapi perjalanan profesional di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan Yudisium ke-11 kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara yudisium sebagai bentuk pengesahan dan dokumentasi resmi atas pelaksanaan kegiatan. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis, Apt. Eka Desnita, M.Farm; Koordinator Yudisium, Apt. Afdhil Arel, M.Farm; dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes.
Penandatanganan berita acara tersebut menjadi simbol resmi berakhirnya rangkaian kegiatan Yudisium ke-11 sekaligus menandai babak baru perjalanan para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Baiturrahmah. Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.
Program Studi Farmasi Klinis FIKES Universitas Baiturrahmah mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta Yudisium ke-11. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa pendidikan dapat menjadi bekal untuk terus berkarya, mengembangkan kompetensi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, dunia kesehatan, dan profesi kefarmasian.
https://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/YUDIS-KE-11-scaled.jpg17032560adminhttps://farmasi.unbrah.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/logo-1-300x138.pngadmin2026-03-31 03:43:432026-07-28 01:30:29Yudisium ke-11 Program Studi Farmasi Klinis FIKES Universitas Baiturrahmah Berlangsung Khidmat
Padang – Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Baiturrahmah (UNBRAH) menyelenggarakan Yudisium ke-10 pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Kampus Aie Pacah, Padang. Kegiatan ini merupakan agenda akademik resmi yang menandai kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh persyaratan studi.
Sebanyak 29 mahasiswa dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Sarjana Farmasi (S.Farm). Kegiatan yudisium berlangsung khidmat dan tertib, dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta undangan.
Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis, Apt. Eka Desnita, M.Farm, yang menyampaikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa serta mendorong lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi ilmiah dan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan.
Prosesi yudisium dilanjutkan dengan pemanggilan peserta satu per satu untuk menerima salempang kelulusan sebagai simbol pengakuan akademik atas capaian studi yang telah ditempuh.
Pada kesempatan tersebut, fakultas juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. Aulia Azzahra meraih predikat lulusan terbaik I dengan IPK 3,91, disusul Heni Rahmayani sebagai lulusan terbaik II dengan IPK 3,58, dan Refaldi Sepriatama sebagai lulusan terbaik III dengan IPK 3,57. Penghargaan diserahkan oleh Dekan FIKES yang didampingi Wakil Dekan I dan Ketua Program Studi.
Selain itu, penghargaan Bintang Aktivis Kampus diberikan kepada Nurjannah Putri Eka Susanti, Nisha Urrohmah Defika Putri, dan Aulia Azzahra atas kontribusi aktif dalam kegiatan organisasi dan kemahasiswaan.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan serta menekankan pentingnya menjaga integritas, etika profesi, dan nama baik almamater dalam menjalani karier sebagai tenaga kefarmasian. Dekan juga mendorong lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan maupun pengalaman profesional.
Sebagai bagian dari penguatan jejaring institusi, dilakukan penyerahan data alumni oleh pihak fakultas kepada perwakilan alumni sebagai langkah awal pendataan resmi dan pengembangan kerja sama antara alumni dan universitas. Acara juga diisi dengan penyerahan kenang-kenangan dari perwakilan lulusan kepada Ketua Program Studi Farmasi Klinis sebagai ungkapan terima kasih atas bimbingan selama masa studi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara yudisium oleh Koordinator Yudisium Apt. Afdhil Arel, M.Farm, Dekan FIKES Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes, serta Ketua Program Studi Apt. Eka Desnita, M.Farm, sebagai pengesahan resmi kelulusan peserta yudisium.
Melalui kegiatan ini, Universitas Baiturrahmah menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta siap berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan dan pelayanan kefarmasian di Indonesia.