Padang — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Baiturrahmah kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Kefarmasian Kolaboratif untuk Meningkatkan Literasi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep pada Ibu Posyandu”. Kegiatan ini digelar di Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto, Kota Padang, dan menyasar langsung para ibu peserta posyandu sebagai kelompok sasaran utama.

Kolaborasi Dua Program Studi

Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar edukasi biasa. Program berjalan sebagai hasil kolaborasi apik antara dosen Program Studi Farmasi Klinis dan Program Studi Profesi Kebidanan Unbrah, memadukan sudut pandang kefarmasian dan kesehatan ibu-anak dalam satu wadah edukasi yang komprehensif.

Tim pengabdian dipimpin oleh apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm. selaku ketua, didampingi dua anggota tim yang tak kalah kompeten, yaitu apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm. dan Bdn. Fani Syinthia Rahmi, S.ST., M.Keb. Kegiatan ini juga terselenggara berkat kerja sama yang solid dengan Lentera Nakes, komunitas tenaga kesehatan yang aktif mendorong edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

Mengapa Edukasi Ini Penting?

Penggunaan antibiotik tanpa resep masih menjadi kebiasaan yang cukup umum di masyarakat, termasuk di kalangan ibu rumah tangga. Padahal, jika tidak digunakan secara rasional, kebiasaan ini dapat memicu resistensi antibiotik — kondisi berbahaya di mana bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga pengobatan infeksi menjadi jauh lebih sulit di kemudian hari.

Melalui kegiatan ini, para ibu posyandu diajak untuk lebih memahami risiko penggunaan antibiotik sembarangan, cara penggunaan obat yang tepat, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga pesan kesehatan benar-benar sampai ke sasaran.

Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen FIKES Universitas Baiturrahmah dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi lintas program studi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, menghadirkan solusi edukasi kesehatan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Semoga sinergi antara Farmasi Klinis, Profesi Kebidanan, dan Lentera Nakes ini menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi bermanfaat lainnya demi masyarakat yang lebih sehat dan cerdas dalam menggunakan obat.

Padang — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Baiturrahmah (Unbrah). Berkat kerja keras Tim Transformasi PSPPA, fasilitas OSCE Center Unbrah kini resmi mengantongi surat rekomendasi dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) untuk digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Ujian OSCE Apoteker Nasional.

Berawal dari Visitasi

Semua bermula dari visitasi OSCE Center yang berlangsung pada 19 Juni 2026. Dua asesor dari APTFI, yaitu Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si dan Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph.D, hadir langsung untuk menilai kesiapan fasilitas OSCE UNBRAH, mulai dari standar ruangan, sarana penunjang, hingga kesesuaiannya dengan pedoman pelaksanaan OSCE Apoteker Nasional.

Hasil visitasi tersebut memunculkan sejumlah catatan yang perlu disempurnakan. Namun,3 alih-alih berkecil hati, Tim Transformasi PSPPA justru menjadikannya momentum untuk berbenah lebih baik.

Perbaikan Cepat, Hasil Memuaskan

Dengan semangat kolaborasi dan kerja cepat, seluruh catatan perbaikan berhasil ditindaklanjuti dan rampung pada 13 Juli 2026. Upaya ini tidak sia-sia — APTFI kemudian menerbitkan surat rekomendasi resmi yang menyatakan fasilitas OSCE Center Universitas Baiturrahmah layak digunakan untuk pelaksanaan Ujian OSCE Apoteker Nasional.

Langkah Besar bagi PSPPA Unbrah

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi PSPPA Unbrah. Selain menjadi bukti komitmen dalam menghadirkan fasilitas pendidikan profesi apoteker yang berkualitas dan terstandar nasional, rekomendasi ini juga membuka peluang bagi calon apoteker dari berbagai daerah untuk mengikuti Ujian OSCE Apoteker Nasional langsung di Unbrah.

Selamat kepada Tim Transformasi Program Studi Profesi Apoteker Universitas Baiturrahmah atas capaian membanggakan ini. Semoga menjadi langkah awal untuk terus mencetak apoteker-apoteker kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional.

Padang – Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Baiturrahmah menyelenggarakan Yudisium ke-12 yang diikuti oleh 20 orang lulusan. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan sebagai momentum pengukuhan kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan persyaratan akademik.

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis, apt. Eka Desnita, M.Farm, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama lulusan oleh Sekretaris Program Studi. Prosesi berikutnya adalah pemakaian slempang kepada para lulusan oleh Ketua Program Studi yang didampingi oleh Dekan FIKES, Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes, sebagai simbol pengukuhan kelulusan.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan lulusan terbaik, yaitu Uniqe Dwi Anjani sebagai terbaik I, Aulia Saputri sebagai terbaik II, dan Muhammad Rifan Ikramullah sebagai terbaik III. Sementara itu, penghargaan Bintang Aktivis Kampus diberikan kepada Diaul Mahfus, Muhammad Rifan Ikramullah, dan Titik Gustina sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Dekan FIKES yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan serta pesan untuk terus menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme, serta mengembangkan kompetensi di bidang kefarmasian.

Momen penuh haru turut mewarnai rangkaian Yudisium ke-12 melalui penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan lulusan, Uniqe Dwi Anjani, S.Farm. Dengan penuh rasa syukur, Uniqe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan, dosen, serta seluruh keluarga besar Program Studi Farmasi Klinis yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan dukungan sepanjang perjalanan pendidikan. Kesan dan pesan tersebut menjadi ungkapan perpisahan sekaligus kenangan manis sebelum para lulusan melangkah menuju babak baru dalam perjalanan mereka.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara Yudisium ke-12 oleh Ketua Program Studi Farmasi Klinis apt. Eka Desnita, M.Farm, Koordinator Yudisium apt. Afdhil Arel, M.Farm, dan Dekan FIKES Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM, M.Kes. Penandatanganan tersebut menjadi tanda resmi berakhirnya rangkaian yudisium sekaligus awal perjalanan baru para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Baiturrahmah.

Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan Yudisium ke-12 Prodi Farmasi Klinis FIKES Universitas Baiturrahmah. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan dunia kefarmasian.